Thursday, March 10, 2011

Sebuah Anjuran Pakar Terkemuka Dunia

Sebuah Anjuran untuk ber-Bisnis Abad 21

Beberapa waktu lalu telah diluncurkan buku terbaru Robert T. Kiyosaki yang berjudul “The Business Of The 21st  Century”.   Seperti buku-bukunya terdahulu “Rich Dad, Poor Dad”, “The Cashflow Quadrant”, “Retire Young, Retire Rich”, “Rich Kid, Smart Kid”, “The Business School” dan judul-judul lain yang tidak kalah bagusnya, telah memberikan perspektif, persepsi dan paradigma baru bagi masyarakat dunia tentang arti penting MELEK FINANSIAL.

Sejak itu -- buku Rich Dad, Poor Dad -- berbagai macam kalangan intelektual, akademisi, pengusaha, birokrat, bahkan ibu rumah tangga dan pelajar sekolah menengah umum mulai banyak membaca buku-bukunya dan menjadikan sebagai sebuah rujukan baik dan profesional. Masyarakat mulai mengenal ide bekerja untuk membangun asset,  konsep “passive income vs active income”, konsep 4 kuadran (employee, self employed, business owner, investor), ide uang bekerja untuk kita dll.

Khusus mengenai buku barunya “The Business Of The 21st Century”  merupakan sebuah bukti bahwa Robert T Kiyosaki selalu dinamis, teliti meneliti dan tajam dalam pemikirannya. Buku ini adalah sebuah kelanjutan dari buku “The Business School for people who like helping people” (terbit tahun 2001). Dibutuhkan 9 tahun kemudian Robert untuk memperdalam dan mempertajam isinya dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di dunia financial, bisnis, teknologi, pola piker masyarakat dan sebagainya. Itu dilakukannya dengan observasi, meneliti bahkan mendalami sehingga dapat melakukan pembuktian-pembuktian kebenaran pemikirannya.

Robert mengatakan bahwa sekarang apabila masyarakat ingin mandiri, mapan dan memiliki kebebasan keuangan, maka jalan yang ditempuh adalah “bukan” bekerja untuk orang lain tetapi memiliki usaha sendiri.  Apalagi bila orang ingin menjadi kaya, sudah tentu bukan dengan bekerja untuk orang lain.  Semangat untuk memulai, membangun dan diversifikasi usaha sangat dianjurkannya.

Berbagai macam jenis peluang usaha adalah baik bila seseorang memiliki impian besar, hasrat, fokus dan mentor.  Kenyataannya adalah secara statistik … dari 100 orang memulai usaha, akan ada 10 orang bertahan di tahun kelima dan tersisa 1 orang di tahun kesepuluh.  Berbagai macam faktor penyebab seperti modal, resiko, waktu, tempat, keahlian dll. 

Karenanya bila disimak baik, anjuran Robert T Kiyosaki adalah bisnis yang akan melesat dan mencetak banyak orang-orang sukses adalah yang mencakup 8 aset ini, yaitu 1)edukasi bisnis, 2)lingkaran berbagi, 3)kekuatan jejaring sosial, 4)pengembangan diri, 5)kepemimpinan, 6)bisnis yang diduplikasi, 7)system yang unggul dan 8)impian besar.  Kedelapan aset ini merupakan hal penting untuk suksesnya sebuah bisnis di abad 21.


Kesimpulan Robert T Kiyosaki adalah bisnis yang menggunakan cara pemasaran jaringan (network marketing) adalah yang mencakup semua 8 aset tersebut.  Masih banyak orang yang belum tahu benar dan mengerti tentang konsep pemasaran jaringan, sehingga menimbulkan persepsi yang keliru tentang cara ini.  Berikut adalah sebuah ilustrasi tentang perbedaan cara bisnis:  
  1. Direct Selling ... 1 x 1000
  2. Multi Level Marketing ... 10 x 100 
  3. Guerilla Marketing ... 100 x 10
  4. Network Marketing / Franchising ... 1000 x 1
  5. Referral Marketing ... 1000 x 10
  6. Intellectual Distribution ... 1000 x 100
  7. Attraction Marketing ... 1000 x 1000
  8. e-Commerce ... 1000^10

Deskripsi dari masing-masing pendekatan:
  • Direct Selling: berorientasi kental pada sales product ... tercermin dengan 1x1000 ... yaitu seorang salesman bisa menjual 1000 produk. Tetapi bila salesman tsb sakit, tidak akan ada penjualan/omset.
  • Multi Level Marketing: berorientasi pada perekrutan beberapa salesman untuk bisa menjual sehingga bisa mencapai omset lebih besar ... tercermin dengan 10x100 ... yaitu beberapa salesman (10 orang) menjual banyak (100) produk. Tetapi bila semua salesman sakit/tidak aktif, maka tidak akan ada penjualan/omset.
  • Guerilla Marketing: berorientasi pada membentuk sel-sel/kelompok kerja (seperti gerilyawan) yang mahir melakukan marketing (bukan sales) untuk bisa memasarkan produk ke target pasarnya ... tercermin dengan 100x10 ... yaitu para marketer (100 gerilyawan) aktif melakukan pemasaran beberapa (10) produk. 
  • Network Marketing / Franchising: berorientasi pada pembentukan komunitas konsumen yang loyal yang mengkonsumsi produk ... tercermin dengan 1000x1 ... yaitu para konsumen (1000 orang) menggunakan sedikit (satu) produk saja. Bila para konsumen sakit, mereka tetap akan belanja rutin kebutuhan mereka alias omset penjualan tetap terjadi.
  • Referral Marketing: berorientasi pada konsumen yang loyal mengkonsumsi beberapa produk ... tercermin dengan 1000x10 ... yatu para konsumen loyal (1000 orang) menggunakan beberapa (10) produk. Bila para konsumen sakit, mereka tetap akan belanja rutin kebutuhan mereka alias omset penjualan tetap terjadi.
  • Intellectual Distribution: berorientasi pada rekomendasi dan distribusi oleh para konsumen kepada komunitas sekeliling mereka, karena para konsumen ini juga menjadi pelaku bisnisnya ... tercermin dengan 1000x100 ... yaitu para 1000 konsumen (sekaligus pebisnisnya) memberikan rekomendasi ke lingkungannya tentang sejumlah (100) produk/jasa yang mereka gunakan/nikmati/senangi dan mendistribusikannya kepada para pengguna.
  • Attraction Marketing:  berorientasi untuk menarik perhatian potensi konsumen yang lebih luas dengan menggunakan teknologi dan hal-hal yang menarik perhatian (kalimat, logo, warna, produk, fitur, manfaat) sehingga jumlah "traffic" konsumen yang ingin berkunjung melihat dan merasakan meningkat signifikan dan dari situ terjadilah rekomendasi dan referral kepada potensi konsumen dan komunitas lainnya. ... tercermin dari 1000x1000 ... yaitu 1000 konsumen menarik perhatian 1000 konsumen lain via teknologi, kekuatan sosial media, komunitas dll.
  • e-Commerce: beorientasi pada komunitas konsumen yang luas yang dapat bertransaksi dengan tidak dibatasi waktu dan wilayah, juga sekaligus mereka bisa melakukan rekomendasi (referral) kepada lingkungannya dan bisa mendistribusikannya ... tercermin dengan 1000^10 ... yaitu para 1000 konsumen dapat melakukan variasi dari konsumsi, rekomendasi, pemasaran dan memiliki bisnisnya juga jalur distribusinya.
Sebagai analogi sederhana untuk mendapatkan gambaran terhadap setiap hal di atas. Ibaratnya BURGER bisa dijual dengan beberapa cara seperti:

1)Dijual di rumah
2)Dijual di gerobak di pinggir jalan
3)Dijual dengan dagang keliling asongan
4)Dijual di sebuah "rumah makan"
5)Dijual dengan cara seperti McDonald (franchise).

Sama-sama BURGER sebagai obyeknya, tetapi bila kita memilih salah satu tentunya ada konsekuensi logis jenis upaya yang akan terkait. Tapi bila kita ingin memiliki BISNIS BURGER yang SUKSES BESAR, tentunya kita akan mengambil pilihan seperti sistem McDonald (meskipun tidak lebih enak daripada yang dibuat di rumah).

Dengan paparan di atas dapat meluruskan mis-persepsi dan mis-konsepsi yang terlanjur keliru dianut oleh masyarakat sehingga merugikan para pebisnis, pelaku usaha, produsen produk, penyedia jasa dan juga para konsumen.

Dalam hal contoh di atas pendekatan pemasaran jaringan seperti McDonald membuktikan bahwa 8 aset yang dimaksud Robert T Kiyosaki tercakup di dalam bisnis Mcdonald yaitu keunggulan sistem, bisnis yang diduplikasi, edukasi bisnis, pengembangan diri, kepemimpinan, kekuatan jejaring sosial, lingkaran teman berbagi, dan impian besar.

Persoalannya sekarang adalah bagaimana dengan modal, resiko, waktu, tempat dan keahlian ?  Karena usaha waralaba seperti McDonald, KFC, Indomaret, Alfamart, Apotik K24 dan waralaba lain membutuhkan modal yang tidak sedikit.  Tidak semua orang mampu untuk memulainya dengan pertimbangan 5 faktor tersebut.


SOLUSInya … ikuti anjuran Robert T Kiyosaki untuk mencoba, memulai, mendalami, mengalami dan menikmati proses dan hasilnya … melalui bisnis pemasaran jaringan.  Dimana dalam hal kekinian dikemas dan dikombinasikan dengan trend dunia dan perkembangan socio-techno terkini, yaitu dengan “e-Networking”.  

Kombinasi trend industry berkembang, kekuatan jejaring sosial, teknologi, pemasaran jaringan, edukasi bisnis berada dalam 1 wadah yang terintegrasi.  Ini akan menjadi realistis, sederhana dan mudah diikuti dan dimulai oleh semua orang “yang punya mimpi dan berniat” untuk meraih kemandirian, kemapanan dan kemakmuran yang berkelimpahan.

Selamat memutuskan untuk masa depan yang lebih baik !!!


Aldi A. Affandi
Personal Coach for Success